Langsung ke konten utama

Introvert?



Saya seorang berkepribadian melankolis dan mbti-nya introvert sensing thinking judging.  Seseorang dengan tipe  tersebut memang terkenal dengan pribadi yang suka menyendiri di suatu tempat yang jauh dari keramaian orang lain. Namun dalam kesendiriannya, ia merenungkan banyak hal dalam hidupnya. Kalo saya biasanya mengevaluasi diri, dan memikirkan rencana-rencana yg akan dilakukan. Pokoknya seorang melankolis dapat menciptakan kesendirian yang berkualitas. Kesendirian ibarat sebuah alat untuk mengisi daya hidup mereka untuk tetap kuat menghadapi problematika hidup.

Bagi sebagian orang sendiri adalah sepi dan menyedihkan. Namun bagi saya adalah ketenangan. Me time adalah cara untuk me-recharge diri setelah lelah bertemu banyak orang. 

Seperti saat di photo ini (sayanya gaada). Jadi Ini photo diambil pas lagi duduk sendirian di Scoop and Scoops, depan Margahayu Raya. Kok kurang kerjaan banget ya saya duduk sendirian, engga malu? risih? kesepian? Haha faktanya saya nyaman sendiri.  

But, wait... Takut kalian salah tanggap. Introvert itu:

"Introvert adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking).
Mereka tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep. Sehingga orang-orang introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas. Sumber energi mental mereka berasal dari proses ‘menyendiri’ ini. Sehingga bagi orang yang tidak mengerti mungkin melihatnya seperti orang yang aneh". 





edit: 
Kadang saya merasa, apa saya ini ambivert ya? karena tidak setiap waktu energi kembali setelah sendirian. Bahkan kadang sendirian terus malah keabisan energi. Untuk itu suka tiba-tiba random ngehubungin teman hangout. Biasanya pas hangout itu suka diskusi panjang lebar, lalu merasa energi diri terisi kembali. Oiya meskipun random ngehubungin orang, bukan berarti "random" juga orangnya. Namun randomnya itu skala waktunya. 

Tau ah saya ngomong apaan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open Mindset

Belakangan ini pola pikir saya terhadap kehidupan berubah. Selama ini saya begitu keliru memang mengartikan hidup. Ternyata apa yang saya baca dan saya lihat di youtube begitu memberi impact terhadap apa yang saya lakuin di society. Seperti hal yang biasa kita lakukan ternyata salah loh. Orang-orangkan biasanya kalo ketemu seseorang, hal yang dipakai basa-basi itu soal apa yang dilihat ya, kek “Kamu gemukkan ya?” atau “Kamu sakit apa, kok kurusan?” kita seolah lupa bahwa apa yang kita ucapkan bisa saja begitu dipikirkan oleh orang lain. Contohnya saya sih, sejujurnya saya paling benci dibilang “kurusan”, ya memang saya itu kurus. Meskipun fakta seperti itu, dibilang kurusan kurang gizi atau bahkan penyakitan itu terlalu lebay dan menyakitkan. Selama ini Alhamdulillah saya baik-baik saja dengan kekurusan ini, bahkan saya bisa lari dengan kencang secepat angin haha. Benci saya dengan perkataan orang yang begitu mudahnya mengomentari tubuh orang lain. Oiya hal itu bisa j...

KKN rasa wisata

Assalamualaikum Gaes, (Nyapa ala si Alma). Saya lagi KKN nih. Leyeh-leyeh gabut karena gaada yang bisa dikerjain, eh apa sayanya aja yang lagi malas. Napa sih saya malasan anaknya wkwk. Saya mau cerita tentang KKN nih. Kuliah Kerja Nyata. Nyataaa.....Cekidot! Kuliah Kerja Nyata, salah satu mata kuliah yang gak duduk dikelas. Normalnya dilakukan di libur semester genap, tapi ada sih yang ngambil disemester ganjil. Saya mah pilih yang normal saja. KKNnya dilaksanakan setelah selesai UAS semester genap, ituloh di masa liburan sampe 3 bulan. Nah itu di isi dengan KKN. Jadi cara ngontrak KKN itu kalo di kampus saya ya lewat SIAK ya, terus nanti rebutan milih tema dan lokasi KKNnya mau dimana.  Tempat yang biasanya rebutan silih sikut itu yang deket sama kampus dan yang deket pantai. Itu sih yang kebanyakan temen-temen harepin. Kalo saya mah pengen di Kabupaten Bandung yang deket gunung dan gak dekat dengan rumah. Muluk-muluk banget ya. Karena muluk-muluk itulah saya awalnya gak...

Sore bersama Amal dan Ulfah

Sore itu seperti jodoh, ketika sedang jalan mau pulang lewat FPTK saya melihat dua orang terlihat sedang menghitung daun jatuh. Mereka hanya duduk berdua tanpa bicara. Kemudian saya sapa mereka, ternyata mereka sedang meratapi sesuatu yang menjadi problematika mahasiswa tingkat akhir. Ah saya tak perlu menyebutnya, kalian pasti sudah tahu. Ok, karena merasakah hal yang sama. Saya pun join, ikutan duduk ngitungin daun. Sesekali dari kita mengeluarkan jeritan hati melalui kata-kata yang terucap lirih dan pedih. Seperti kalimat-kalimat seperti ini: Kenapa harus ada skripsi? Padahal endingnya nanti bakal tidak berguna disimpan di gudang perpustakaan. Tak jarang yang bikinnya asal copas aja dari internet. Kenapa engga diganti jadi tugas memecahkan masalah yang ada di masyarakat secara kelompok? Kan lebih bermanfaat. Skripsi itu berat, kan gak semua orang sehat. Kalo akhirnya gantung diri gimana? Sungguh menyayat hati. Lalu setelah selesai menghitung daun yang diiri...